Wirda Mansur Klarifikasi Tagihan Utang Miliaran Rupiah
Wirda Mansur dituduh telah melakukan penipuan melalui komunitas Milenial Anti Bokek (MAB). Komunitas itu didirikan putri Ustaz Yusuf Mansur pada 2020 lalu, saat pandemi COVID-19.
MAB merupakan komunitas bisnis yang mewadahi anak-anak muda berniaga menggunakan sistem afiliasi. Mereka yang ingin bergabung dengan komunitas ini harus membayar biaya registrasi sekitar Rp100 ribu, dengan iming-iming mendapatkan edukasi soal kewirausahaan, produk penjualan, hingga bantuan promosi ke seluruh Indonesia.
Wirda Mansur disebut sulit dihubungi dan tidak memberikan kejelasan soal komunitas tersebut selama beberapa tahun. Wirda Mansur akhirnya merilis pernyataan resmi terkait komunitas MAB melalui unggahan Instagram pribadinya.
Tentang MAB
Dalam pernyataannya, Wirda Mansur menjelaskan sekilas tentang MAB yang berbasis afiliasi yang didirikan dengan niat membantu masyarakat.
"Konsepnya adalah memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk mendapatkan penghasilan dari rumah dengan modal minim, melalui sistem affiliate marketing," jelasnya.
MAB, lanjut Wirda Mansur, awalnya merupakan sebuah platform yang bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada anak muda yang ingin memulai bisnis.
Bantah Penipuan
Wirda Mansur membantah isu yang menyebutnya melakukan penipuan sebesar Rp9 miliar dari 90 ribu peserta yang melakukan pendaftaran dengan biaya Rp100 ribu.
"Angka 90 ribu member yang sering disebut bukanlah jumlah member berbayar, melainkan total partisipan yang pernah ikut program gratis, webinar, dan subscriber Telegram," tulisnya.
"Ditekankan secara tegas bahwa isu 100 ribu x 90 ribu member, sehingga jumlahnya Rp9 M, TIDAKLAH BENAR," tegas Wirda Mansur.
Menurutnya, angka tersebut bukanlah angka anggota komunitas berbayar, melainkan jumlah partisipasi yang berlangganan.
"Jumlah member aktif yang benar-benar jauh lebih kecil dengan variasi biaya pendaftaran yang berbeda mulai dari Rp100.000, Rp50.000, Rp25.000, Rp20.000," tandas dia.
Pernyataan Wirda Mansur ini tentu saja menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat. Ada yang percaya dengan klarifikasi Wirda, namun ada juga yang tetap merasa ragu dan kecewa.
Advertisement