Sayyid Ibrahim bin Amin Muhammad Adzhuhaibi Al-Jailani Vaksin di Klinik Firdaus, Banyuwangi
Klinik Firdaus kedatangan tamu istimewa, Sayyid Ibrahim bin Amin Muhammad Adzhuhaibi Al-Jailani, cicit ke-28 ulama besar dunia, Syech Abdul Qadir Al-Jailani. Sayyid Ibrahim bin Amin Muhammad Adzhuhaibi Al-Jailani melakukan vaksin Influenza di poli vaksin klinik tersebut.
"Saya sekarang sudah vaksin, Insya Allah sehat walafiat," ungkapnya, setelah menerima vaksin, Kamis, 30 Januari 2025 malam.
Sayyid Ibrahim bin Amin Muhammad Adzhuhaibi Al-Jailani pun memuji layanan Poli Vaksin Klinik yang berada di Jl. Raya Licin 36, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, tersebut. "Mau vaksin haji dan umrah silakan, Insya Allah aman, Insya Allah amanah, Insya Allah ahli," katanya.
Sayyid Ibrahim bin Amin Muhammad Adzhuhaibi Al-Jailani merupakan pasien pertama yang melakukan vaksin di Poli Vaksin Klinik Firdaus. Ulama memang hadir dalam rangka Launching Poli Vaksin Klinik Firdaus.
Penanggung Jawa Poli Vaksin Klinik Firdaus, dr. Qurrota Ayun Firdaus mengatakan, poli vaksin Klinik Firdaus melayansi berbagai jenis vaksin. Mulai dari usia anak-anak hingga dewasa. Klinik ini juga melayani vaksin internasional seperti vaksin meningitis. "Untuk vaksin anak-anak mulai usia 0, sesuai pedoman IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia)," jelasnya.
Selain, juga tersedia vaksin tifus, demam berdarah, dan juga influenza. Influenza ini bisa dilakukan pada anak-anak hingga dewasa bahkan lansia. Vaksin ini sangat tepat untuk orang yang rentan penyakit.
Untuk vaksin internasional, salah satunya adalah vaksin meningitis. Vaksin ini merupakan vaksin wajib bagi masyarakat yang akan menjalankan ibadah Haji atau umrah. "Bisa untuk anak-anak juga dewasa, karena umrah bisa dilakukan mulai umur satu tahun," terangnya.
Dia menegaskan, Poli Vaksin Klinik Firdaus telah mendapatkan izin dari Kementerian Kesehatan. Kualits vaksin, menurutnya, selalu terjaga. Proses tranfer vaksin, penyimpanan, sudah standar WHO dan diakui Kementerian Kesehatan.
Fasilitas layanan Poli Vaksin juga terpisah dari poli orang sakit. Sebab yang melakukan vaksin adalah orang sehat sebagai upaya pencegahan. "Jadi pelayananan terpisah dari orang sakit. karena vaksin itu mencegah," pungkasnya.
Advertisement