Protes Jalan Rusak, Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan Brantas Probolinggo
Banyak cara dilakukan warga untuk memprotes jalan rusak di lingkungannya. Sejumlah warga RT 1/RW 1 Kelurahan/Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo misalnya, menanam pohon pisang di badan Jalan Brantas sebagai wujud protes terhadap jalan rusak.
Pohon pisang tersebut tepatnya ditanam di jalan berlubang di depan swalayan Indomart, Jalan Brantas. Lubang jalan itu menganga selebar sekitar satu meter dengan kedalaman 10 Centimeter.
Menurut informasi, kecelakaan lalu lintas sering terjadi di lokasi batang pisang itu ditanam. Bunga Deni, 50 tahun, warga Kademangan mengatakan, sedikitnya lima kali terjadi kecelakaan lalu lintas karena jalan berlubang di Jalan Brantas.
"Ada pengendara motor yang jatuh terjerembab akibat jalan berlubang, peleg motornya sampai peyot," katanya.
Deni menilai, warga yang mengalami kecelakaan karena tidak mengetahui "ranjau darat" di Jalan Brantas. Apalagi saat hujan deras, lubang-lubang di badan jalan tergenang air.
"Lubang-lubang di badan jalan itu tidak terlihat tertutup genangan air, apalagi pada malam hari karena minim lampu penerangan jalan," kata Deni.
Akhirnya sekitar 10 warga yang jengkel dengan kondisi jalan rusak, menanam pohon pisang di badan jalan.
"Tadi malam, kami beramai-ramai menanam pohon pisang di badan jalan," kata Syamsul Arifin, warga setempat, Jumat, 31 Januari 2025.
Samsul mengatakan, warga sekitar jengkel dengan kondisi jalan rusak yang tidak kunjung diperbaiki. "Kami merasa, Kelurahan Kademangan ini dianaktirikan terkait kondisi jalan," katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Kota Probolinggo, Setiorini Sayekti mengatakan, Jalan Brantas dalam proses perbaikan. "Jalan Brantas sedang kami tangani sejak kemarin, tetapi bertahap," katanya kepada wartawan.
Perbaikan Jalan Brantas, kata Rini, panggilan akrab Setiorini Sayekti, termasuk penanganan darurat. Anggarannya bersumber dari pemeliharaan.
Advertisement