Penjaga Kebun di Jember Bunuh dan Kubur Seorang Bocah, Alasan Jengkel
Satreskrim Polres Jember mengungkap motif AL, seorang penjaga kebun dalam menghabisi nyawa seorang bocah berusia 6 tahun berinisial FT. AL menghabisi nyawa bocah tak berdosa itu hanya karena merasa jengkel.
Kasatreskrim Polres Jember, AKP Angga Riatma mengatakan ibu korban bernama Irmawati, 23 Tahun, menitipkan putranya kepada AL, 26 tahun. Ibu korban menitipkan putranya karena saat itu sedang sibuk membantu tetangga.
Ibu korban mempercayakan putranya kepada AL, karena ibu korban sudah satu tahun bertunangan dengan AL.
Pada Minggu, 09 Februari 2025, korban diajak ke kebun kopi saat korban bekerja. Selama berada di kebun kopi, korban suka berlari ke sana kemari.
AL berusaha meminta agar korban duduk diam. Namun, korban yang masih anak-anak itu tetap saja berlarian di kebun kopi.
Tingkah laku korba itu ternyata membuat AL merasa jengkel. Tanpa pikir panjang, AL langsung memukul bagian dada korban berkali-kali hingga korban pingsan.
"Pengakuan awal pelaku menganiaya korban menggunakan tangan kosong, tepat di bagian dada korban berkali-kali. Korban saat itu terjatuh dan tidak sadarkan diri," katanya, Jumat, 14 Februari 2025.
AL ketakutan saat melihat korban tak bergerak. AL kemudian mengambil langkah agar aksinya tidak diketahui orang lain.
Pertama AL membuka baju dan sandal korban, lalu membakarnya. Sedangkan jasad korban dimasukkan ke sebuah karung berwarna putih.
Jasad korban kemudian dibawa sejauh 50 meter dari lokasi penganiayaan. Pelaku kemudian menggali tanah menggunakan batang kayu.
Setelah mencapai kedalaman selutut orang dewasa, pelaku memasukkan jasad korban terbungkus karung ke dalam lubang tersebut. Kemudian korban mengubur jasad korban di dalam lubang tersebut.
Usai melancarkan aksinya, AL pulang ke rumah seperti biasa. Ibu korban kemudian menanyakan keberadaan korban. Pelaku mengatakan bahwa korban telah diantar pulang pada Senin, 10 Februari 2025.
Namun, karena di rumah tidak ada, ibu korban bersama warga berusaha mencari namun tak kunjung menemukan korban. Orang tua korban kemudian melapor ke Polsek Sempolan.
Tak lama kemudian berkembang isu bahwa korban diculik oleh pelaku. Warga beramai-ramai menangkap dan menghajar pelaku hingga babak belur sebelum akhirnya diserahkan ke polisi.
Saat diinterogasi, pelaku mengakui telah membunuh dan mengubur korban di dalam kebun kopi. Saat itu juga, polisi langsung meluncur ke lokasi untuk mengevakuasi jasad korban.
Saat ini, jasad korban sudah berada di RSD Seobandi untuk dilakukan autopsi. Sejauh ini, polisi belum bisa menyimpulkan penyebab korban meninggal dunia.
"Untuk mengetahui penyebab korban meninggal dunia, kami masih menunggu hasil autopsi. Dari autopsi itu nanti akan diketahui korban meninggal karena kesulitan bernafas atau karena hantaman benda tumpul. Nanti akan terungkap korban dikubur hidup-hidup atau dikubur setelah meninggal dianiaya," tambahnya.
Selain itu, polisi juga akan melibatkan psikiater untuk mengetahui kondisi kejiwaan pelaku.
"Kami juga akan melakukan pendalaman dengan memeriksa kejiwaan pelaku. Sejauh ini, hanya pelaku yang kami periksa. Sedangkan ibu korban belum karena masih trauma," pungkasnya.
Advertisement