Pedagang di Sidoarjo Kesulitan Cari Gas LPG 3 Kg
Pedagang di Sidoarjo mengaku kesulitan mendapatkan gas LPG 3 Kg. Kondisi ini dialami setelah pemerintah melarang pengecer menjual gas bersubsidi tersebut per 1 Februari 2025 lalu.
Hal itu dirasakan Eddo Adi, salah satu pedagang bubur ayam di Sidoarjo. Menurutnya, dirinya semakin sulit mendapatkan LPG karena di pangkalan langganannya yang selalu mengantar kini menerapkan pembatasan jumlah pembelian.
“Biasanya sehari 10 itu lima tabung buat warung nasi padang dan lima tabung buat warung bubur. Sekarang dibatasi cuma lima. Lima itu kadang tidak cukup buat bubur,” ungkap Eddo kepada Ngopibareng.id, Selasa 4 Februari 2025.
Padahal, lanjut Eddo, bahwa kebutuhan lima LPG itu untuk sehari saja karena warungnya buka mulai pukul 05.00 WIB hingga 21.00 WIB.
Untuk menutupi itu, ia pun selalu mencari LPG di toko kelontong dekat warungnya. Hanya saja, kini kondisinya berbeda karena kebanyakan toko sudah tidak ada LPG. “Sekarang di Toko Madura banyak kosong. Seperti tadi malam harus nyari, dapatnya jauh di toko juga. Jadi ya cukup merepotkan,” akunya.
Ia mengaku, bahwa penggunaan LPG 3 kg tak lain karena harganya lebih murah dan menyesuaikan dengan harga bahan pokok lain dan makanan yang ia jual. Karena itu, ia berharap ada kebijakan yang lebih baik dari pemerintah sehingga dapat memudahkan masyarakat yang membutuhkan LPG.
Advertisement