Soccer Challenge Seri Surabaya Tumbuhkan Bakat Sepak Bola Putri Sejak Usia 8 Tahun
Djarum Foundation kembali menggelar Milklife Soccer Challenge seri Surabaya yang berlangsung di Lapangan Bogowonto dan Lapangan Kodam V Brawijaya, 22-23 Februari 2025. Kegiatan ini diikuti oleh putri-putri usia dini dari 73 sekolah dasar maupun madrasah ibtidaiyah di Surabaya dan sekitarnya.
Kegiatan kali ini semakin semarak dengan Festival SenengSoccer khusus untuk kelompok umur (KU) 8 tahun. Selain itu, tetap pula diselenggarakan untuk KU-10 dan KU-12. Karena itu, secara jumlah peserta meningkat menjadi 1.633 orang naik dari gelaran tahun 2024 yang diikuti 1.359 peserta.
Program Director Djarum Foundation, Teddy Tjahjono mengatakan, gelaran Festival SenengSoccer ini diadakan untuk menarik minat anak-anak perempuan terhadap sepak bola.
"Festival SenengSoccer untuk memberikan pengenalan kepada adik-adik kita KU-8 mengenal sepak bola, mengenal gerakan dasar sepak bola, lebih kenal permainan sepak bola. Ink sekaligus sebagai cikal bakal bisa main di KU-10 karena pengalaman tahun lalu peserta KU-10 lebih sedikit dibanding KU-12. Jadi ini inovasi menambah KU-8, sehingga pada saat KU-10 mereka sudah terbiasa dan siap secara kemampuan," ujar Teddy.
Mantan Direktur Persib Bandung itu mengatakan, dengan gelaran ini sesuai misi dari Djarum Foundation dapat melahirkan bibit-bibit pesepakbola putri berprestasi.
Apalagi, kata Teddy, saat ini mulai banyak turnamen-turnamen sepak bola putri di kancah internasional. Sehingga, melalui gelaran ini ada potensi baru yang bisa ditelurkan.
"Kami optimis tujuan kami tercapai. Ini kan kami melakukan proses ini juga panjang karena MLSC suatu wadah yang kita lakukan secara konsisten untuk tahun-tahun berikutnya. Sehingga apabila wadah kita siapkan maka adik-adik punya wadah bertanding untuk menambah pengalaman dan menumbuhkan minat," pungkasnya.
Sementara itu, asisten pelatih Asep Sunarya menjelaskan, secara teknis khusus Festival SenengSoccer tim pelatih lebih menekankan pengenalan dasar-dasar sepak bola. Caranya melakukan latihan rintangan dasar, melatih tendangan, dan melatih lemparan.
“Rintangan yang harus dilalui peserta memiliki tujuan untuk lebih mengenalkan gerakan yang ada dalam sepak bola. Seperti lari zig-zag seolah-olah sedang melewati pemain lawan, lalu melempar bola ke target, serta dribbling dan passing yang sudah pasti ada saat pertandingan sesungguhnya. Paling penting mereka gembira bermain sepak bola dan merasa termotivasi untuk lebih kompetitif,” ucap Asep.
Di sisi lain, Arif Trisetyo selaku Guru PJOK SDN Keputran VI mengatakan, sejak tahun lalu sekolahnya mengikuti event ini. Keikutsertaan pertama membuat siswi-siswinya memiliki ketertarikan untuk bermain sepak bola.
"Kami memacu tahun kemarin ikut MLSC menarik antusias anak-anak, apalagi ada program seneng soccer disambut gembira anak-anak. Karena itu, di sekolah kami pun mendorong untuk bermain sepak bola" aku Arif.
Advertisement