Program Ketahanan Pangan, Lapas Banyuwangi Sinergi dengan Dinas Pertanian dan Pangan
Untuk mengembangkan program ketahanan pangan, Lapas Kelas IIA Banyuwangi melakukan sinergi dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi. Konsep pengembangan program ketahanan pangan ini akan dilakukan melalui pemberdayaan warga binaan.
Lapas Banyuwangi bersama Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi telah bertemu untuk memetakan potensi komoditi pangan untuk ditanam di lahan milik Lapas Banyuwangi. Program ketahanan pangan di Lapas Banyuwangi akan dilaksanakan melalui serangkaian program pembinaan pada warga binaan.
“Hal ini sejalan dengan salah satu 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yakni memberdayakan warga binaan untuk mendukung ketahanan pangan,” jelas Kepala Lapas Banyuwangi, Mochamad Mukaffi, Kamis, 20 Februari 2025.
Lahan milik Lapas Banyuwangi yang akan digunakan untuk program ketehanan pangan meliputi area kosong di lingkungan Lapas dan tanah hibah dari Pemkab Banyuwangi yang berlokasi di wilayah Kelurahan Pakis, Banyuwangi. Lahan tersebut, menurutnya, cukup luas dan potensial untuk dikembangkan sebagai sarana ketahanan pangan.
“Dengan dukungan dari Dinas Pertanian dan Pangan, kami yakin program ini akan berjalan dengan baik,” tegasnya.
Lapas Banyuwangi, sambungnya, saat ini sudah melaksanakan beberapa program ketahanan pangan. Diantaranya pembesaran lele, penanaman tomat dan berbagai jenis sayuran lainnya. Tidak hanya untuk mendukung ketahanan pangan, program ini juga sebagai sarana pelatihan bagi warga binaan agar memiliki keterampilan di bidang pertanian dan perikanan.
Dengan dukungan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi diharapkan dapat mempercepat kesuksesan program ini. Selain bantuan teknis, Dinas Pertanian dan Pangan juga akan memberikan pelatihan dan pendampingan pada warga binaan. Agar mereka dapat mengelola lahan secara optimal.
“Program ini tidak hanya tentang ketahanan pangan, tetapi juga tentang pemberdayaan. Kami ingin warga binaan memiliki bekal keterampilan yang dapat digunakan setelah mereka kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Ida Larasati, mengatakan, dalam waktu dekat Dinas Pertanian dan Pangan akan mengirimkan penyuluh pertanian untuk memberikan pendampingan dan memantau potensi program ketahanan pangan di Lapas.
“Kami akan turunkan tim untuk memberikan pendampingan di lapangan, sehingga program ketahanan pangan yang dilakukan Lapas Banyuwangi dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan,” ujarnya.
Advertisement