Covid Terus Melonjak, Kemenkes Cek Kesiapan Layanan Kesehatan
Meteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia terus alami lonjakan setiap harinya. Kementerian Kesehatan memastikan kesiapan fasilitas layanan kesehatan terutama rumah sakit dan laboratorium di delapan provinsi prioritas yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Papua.
Data kasus Covid-19 sampai dengan tanggal 17 September 2020, terdapat 232.628 kasus konfirmasi positif yang tersebar di 34 provinsi, 493 kabupaten/kota. Jumlah kasus suspek sebanyak 103.209 orang, kasus sembuh 166.686 orang dan meninggal 9.222 orang. Jumlah laboratorium pemeriksa yang aktif sebanyak 343 laboratorium dengan jumlah sampel yang diperiksa 2.748.565 sampel.
Ada 10 provinsi dengan kasus Covid-19 tertinggi di Indonesia, yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Bali, Kalimantan Timur, dan Sumatera Selatan.
Terkait kesiapan rumah sakit, Kementerian Kesehatan melakukan pemantauan setiap hari terhadap rasio hunian ruang isolasi dan ICU di rumah sakit di seluruh Indonesia, dan melakukan peninjauan langsung ke beberapa rumah sakit di provinsi-provinsi yang sedang terjadi lonjakan kasus Covid-19.
Dari data RS Online per tanggal 17 September 2020 dan hasil peninjauan di lapangan, untuk ratio pasien yang dirawat dengan keterisian ruang isolasi dan ICU di Indonesia 39,8%. Sedangkan ratio keterpakaian untuk RS Rujukan Covid-19 di Jakarta 78%, Jawa Barat 51%, Jawa Tengah 36%, Jawa Timur 45%, Banten 75%, Bali 63%, Sulawesi Selatan 22%, Sumatera Utara 42%.
“Untuk saat ini ketersediaan ruang perawatan masih mencukupi. Ketersedian ruang isolasi dan ICU ini terus dilakukan koordinasi dengan dinas kesehatan provinsi dan rumah sakit untuk selalu siap menambah kapasitas ruang perawatan bagi pasien Covid-19 bila terjadi lonjakan kasus di daerahnya,” kata Menteri Kesehatan RI dr. Terawan Agus Putranto, dalam keterangan tertulis, Sabtu 19 September 2020.
Menkes juga mengimbau daerah untuk menunjuk rumah sakit yang khusus merawat Covid-19 dapat membangun RS Lapangan/RS Darurat, dengan catatan sangat dibutuhkan. RS Darurat tersebut untuk merawat pasien Covid-19 dengan gejala ringan untuk mengurangi beban perawatan di RS Rujukan Covid-19.
Selain rumah sakit, Kementerian Kesehatan juga memastikan kesiapan laboratorium. Terdapat 343 laboratorium pemeriksa Covid-19 yang tersebar di 34 provinsi.
Di delapan provinsi prioritas, terdapat 223 Laboratorium pemeriksa Covid-19 (65% dari jumlah semua Laboratorium), dengan rincian: DKI 52 Lab, Jawa Barat (39), Jawa Tengah (23), Jawa Timur (49), Sumatera Utara (15), Sulawesi Selatan (19), Kalimantan Selatan (11), dan Papua (10). Pemeriksaan spesimen rata-rata per hari di delapan provinsi tersebut sebanyak 26.722.
Jamin Ketersediaan Obat
Salah satu bagian dari penguatan upaya testing, tracing, & treatment adalah penatalaksanaan kasus Covid-19 sesuai protokol terapi yang ditetapkan. Kemenkes menjamin ketersediaan obat penanganan Covid-19 tersebut bagi pelayanan kepada masyarakat, terutama di delapan provinsi prioritas.
Sampai 13 September 2020, Kemenkes telah mendistribusikan obat penanganan Covid-19 ke delapan provinsi tersebut, dengan total lebih dari 1,4 juta kapsul Oseltamivir, 536 ribu tablet Klorokuin, dan lain-lain.
Distribusi dilakukan kepada Dinkes Provinsi dan RS penanganan Covid-19 untuk menjamin tersedianya obat secara tepat waktu di lokasi-lokasi tersebut.
Kemenkes juga telah menyiapkan bufferstok obat penanganan Covid-19 yang dapat dimobilisasi segera sesuai kebutuhan di delapan provinsi prioritas. Hal ini ditujukan untuk mendukung penanganan COVID-19 di seluruh Indonesia, terutama di delapan provinsi prioritas.
Advertisement