Jargas Rumah Tangga di Bojonegoro Jadi Alternatif Kelangkaan Elpiji 3 Kg
Jaringan gas (Jargas) rumah tangga menjadi solusi alternatif bagi warga Kabupaten Bojonegoro di tengah kelangkaan elpiji 3 kg yang terjadi dalam satu pekan terakhir. Sejumlah warga di tiga kecamatan di Bojonegoro telah menikmati layanan jargas yang mulai terpasang sejak November 2022.
Sedikitnya 10.000 rumah tangga di Kecamatan Bojonegoro Kota, Kecamatan Ngasem, dan Kecamatan Gayam telah terhubung dengan jaringan gas alam. Mereka mengaku tidak terpengaruh oleh aturan baru pembelian gas elpiji 3 kg menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang mulai diberlakukan sejak 2023.
Salah satu warga Kelurahan Klangon, Kota Bojonegoro, Susanto,56, tahun, menyatakan bahwa penggunaan gas alam lebih hemat dibandingkan tabung elpiji. "Kita sudah enak pakai gas alam karena harganya lebih murah dibanding tabung gas elpiji," ujarnya kepada Ngopibareng.id, Selasa 4 Februari 2025.
Tarif penggunaan gas alam dipatok Rp 4.250 per meter kubik untuk konsumsi hingga 50 meter kubik. Jika penggunaan melebihi batas tersebut, tarifnya naik menjadi Rp 6.250 per meter kubik. "Kalau pakai tabung gas elpiji, kita harus keluar sekitar Rp 50 ribu per bulan, sementara dengan gas alam hanya sekitar Rp 20 ribu," tambahnya.
Proyek jaringan gas rumah tangga ini difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan dikerjakan oleh PT Hutama Karya sejak pertengahan Juli 2021. Pipa gas dengan ukuran sebesar paha orang dewasa ditanam di pinggir jalan dengan kedalaman dua meter.
Dari total 10.000 sambungan rumah tangga (SR), sebanyak 6.000 SR berada di Kecamatan Bojonegoro Kota, mencakup Kelurahan Ngrowo, Kelurahan Klangon, Kelurahan Mojokampung, dan Desa Sukorejo. Sisanya, 4.000 SR berada di Kecamatan Gayam dan Kecamatan Ngasem, termasuk di Desa Beged dan Desa Bonorejo.
Sejak awal 2023, pemerintah menerapkan aturan baru terkait pembelian gas elpiji 3 kg. Pembelian kini wajib menggunakan KTP dan hanya dapat dilakukan di sub-penyalur resmi, bukan lagi di warung kecil. Kebijakan ini bertujuan untuk menyinkronkan data dengan program Pemasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), guna memastikan distribusi gas elpiji 3 kg tepat sasaran bagi masyarakat kurang mampu.
Meski harga elpiji 3 kg lebih murah dibandingkan ukuran 5,5 kg dan 12 kg, banyak warga mulai beralih ke jaringan gas alam karena lebih praktis dan ekonomis. Dengan semakin luasnya jaringan jargas rumah tangga di Bojonegoro, diharapkan kelangkaan elpiji 3 kg tidak lagi menjadi kendala bagi masyarakat.
Advertisement