Jalan Poros di Mojokerto Rusak Parah, Aspal Hilang Menyisakan Kerikil
Kondisi jalan poros penghubung antar dusun di Kecamatan Jetis, Mojokerto, mengalami kerusakan yang parah. Lapisan aspalnya sudah menghilang dan hanya tersisa kerikil atau tanah.
Pantauan di lokasi, jalan yang semula dilapisi aspal kini tidak terlihat lagi. Hanya tersisa batu kerikil dan tanah. Beberapa lubang disebutkan menjadi genangan air saat hujan turun.
Jalan ini adalah satu-satunya akses warga Dusun Gondang, Desa Parengan, Kecamatan Jetis, Mojokerto, untuk menuju jalan utama di Kecamatan Jetis.
Salah satu warga Dusun Gondang, Yoyok 41 tahun mengatakan bahwa kerusakan jalan penghubung antar Dusun Gondang dengan Dusun/Desa Parengan ini sudah terjadi sejak sekitar lima tahun yang lalu. Panjangnya sekitar 1 kilometer. "Jalan ini terakhir kali diaspal sekitar tahun 2010. Sudah beberapa kali dibetulkan oleh warga dengan patungan membeli sirtu untuk menguruk," kata Yoyok, Minggu 16 Februari 2025.
Menurut Yoyok, jalan rusak ini menghambat aktivitas warga sehari-hari, seperti bersekolah, bekerja, atau mengakses pasar. "Ya, ini bahaya karena bisa menimbulkan risiko kecelakaan, terutama saat hujan. Jalan yang berlubang menjadi tergenang air dan licin," ujarnya.
Ditambahkan Yoyok, jalan rusak tersebut pernah menyebabkan kecelakaan. Korbannya mengalami patah tulang. “Sering kali orang jatuh, ada yang sampai tangannya patah tulang," ucapnya.
Suwandi, yang juga warga Dusun Gondang, mengeluhkan hal yang sama dengan Yoyok. Dikatakannya, jalan utama tersebut menjadi akses utama bagi warga Dusun Gondang, baik saat berangkat dan pulang kerja maupun sebagai akses menuju kota. Termasuk menjadi satu-satunya akses para pelajar untuk mengenyam pendidikan setiap harinya. "Jadi cukup rawan terpeleset saat melintas," tuturnya.
Dia berharap pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui dinas terkait agar secepatnya melakukan perbaikan agar aktivitas masyarakat lancar. “Ini jalannya milik Kabupaten Mojokerto, ya harapan warga segera diperbaiki," tandasnya.
Advertisement