Gelaran Jamasan Pusaka Tumpak Landep, Cara Warga Ponorogo Merawat Budaya
Ritual Jamasan Pusaka Tumpak Landep kembali digelar di Kabupaten Ponorogo. Prosesi sakral tersebut merupakan kegiatan membersihkan benda pusaka peninggalan leluhur seperti keris, tombak, dan lain-lain.
Tahun ini, prosesi sakral tersebut berlangsung dua hari di Griya Duwung, Desa Beton, Kecamatan Siman. Mulai Sabtu hingga Minggu, 22-23 Februari 2025.
Puncak prosesi Tumpak Landep digelar dengan jamasan pusaka atau membersihkan benda pusaka. Yakni pencucian menggunakan bunga tujuh rupa serta air dari tujuh mata air sakral di Ponorogo.
“Ada 58 keris, 2 Tumbak, dan 1 Kujang yang dijamas pada Tumpak Landep kali ini," kata sesepuh Griya Duwung, Kang Paysu.
Selain itu, para peserta juga menjalani ritual Pasopati dengan melakukan topo bisu. Ritual ini adalah berdiam diri tanpa berbicara hingga prosesi selesai.
“Larungan ini merupakan bagian penting dari rangkaian Tumpak Landep sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta dan alam semesta,” ujar
Usai acara pembersihan selesai, acara ditutup dengan pagelaran Reog Tua yang mengiringi larungan sesaji di Sungai Beton. Tujuannya sebagai wujud pembersihan diri secara spiritual.
Sebagai informasi, ritual Jamasan Pusaka Tumpak Landep terus dilestarikan masyarakat Ponorogo. Tujuannya sebagai bentuk penghormatan terhadap pusaka leluhur serta nilai-nilai spiritual yang diwariskan turun-temurun.
Advertisement