Eksistensi Kelurahan Burengan Kediri, Jaga Tradisi Megengan Menyongsong Ramadan
Menyongsong datangnya bulan suci Ramadan warga lingkungan RT 01 RW 12 Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur, menggelar tradisi megengan. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Al Ichsan, Rabu 26 Januari 2025 malam.
Acara dihadiri Lurah Burengan Adi Sutrisno. Menurutnya, ada dua acara yang dilaksanakan yakni tradisi megengan menyambut bulan suci Ramadan serta peresmian pembangunan kanopi masjid yang baru saja selesai rencana digunakan untuk salat tarawih.
Dalam sambutanya, Lurah Adi Sutrisno mengedukasi warganya tentang sejarah tradisi megengan. "Jadi bapak ibu, tradisi megengan diketahui pertama kali pada masa Kerajaan Demak sekitar tahun 1500 Masehi. Tradisi ini menjadi bukti akulturasi budaya Jawa dan Islam. Megengan bukan hanya tradisi bagi umat Islam, tetapi juga diikuti oleh non-Muslim. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa bulan Ramadan akan segera tiba, dan umat Islam akan menjalankan ibadah puasa," terangnya.
Lurah Adi Sutrisno menambahkan, tradisi megengan biasanya dilakukan pada hari terakhir bulan Syakban. Sebelum megengan, masyarakat biasanya pergi ke makam untuk berdoa dan menabur bunga (nyekar).Selesai sambutan acara diisi dengan pemotongan tumpeng,doa bersama serta sholawatan. Ratusan warga terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya jumlah warga yang hadir malam itu, mulai dari anak kecil, pria dan perempuan dewasa serta orang tua.
Acara ditutup dengan makan bersama. Hidangan makanan disajikan diatas tempe atau baki untuk dimakan bersama sehingga terjalin rasa kekeluargaan yang begitu erat satu sama lain.
"Ini merupakan bagian dari tradisi dan wajib untuk kita uri uri. Bagian dari kearifan lokal budaya Jawa yang penuh filosofi. Wajib dikenalkan ke generasi Z atau pemuda agar dilestarikan. Kami selama ini mensuport segala bentuk kegiatan religi di lingkungan Kelurahan Burengan," jelas Lurah Adi Sutrisno.
Advertisement