Dua Pekerja Tambak di Situbondo Meninggal Kesetrum Listrik Saat Panen Udang
Lima pekerja tambak udang di Situbondo Jawa Timur kesetrum (tersengat) arus listrik. Akibatnya, dua pekerja tambak meninggal dunia dan tiga pekerja tambak mendapat perawatan medis di rumah sakit.
Dua pekerja tambak meninggal dunia, yakni Agung, 39 tahun, warga Desa/Kecamatan Besuki dan Zainul, 27 tahun, warga Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran. Keduanya meninggal dunia saat dibawa ke RS Mitra Sehat Situbondo.
Tiga pekerja tambak lainnya luka bakar seluruh bagian tubuhnya dan dirawat intensif di RS Mitra Sehat Situbondo. Mereka yakni, Maryanto, 34 tahun warga Ponorogo, Faisal, 31 tahun warga Kabupaten Pasuruan, dan Deni, 28 tahun warga Kecamatan Besuki Situbondo.
"Kelima pekerja tambak udang itu kesetrum atau tersengat arus listrik saat memanen udang di tambak Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, Situbondo," kata Kapolsek Mangaran AKP Sumantri, Minggu 23 Maret 2025.
Dari keterangan saksi di lokasi kejadian, AKP Sumantri mengungkapkan, lima pekerja tambak kesetrum arus listrik berawal memanen udang menggunakan mesin katrol, Sabtu 22 Maret 2025 sore. Diduga mesin katrol memanen udang di tambak mengalami korsleting listrik.
"Lima pekerja tambak memegang mesin katrol kesetrum listrik dan terpental ke tambak. Pekerja tambak lainnya menolong dan mematikan listrik dari pusat aliran listrik di tambak,"ungkap perwira pertama tiga balok kuning di pundak itu.
Akibat kesetrum listrik tegangan tinggi tersebut, lima pekerja tambak udang mengalami luka bakar hampir seluruh tubuhnya. Mereka langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis.
"Sampai di rumah sakit, dua pekerja tambak udang tidak tertolong dan meninggal dunia. Sedangkan, tiga pekerja tambak udang lainnya masih dirawat intensif," tandas AKP Sumantri. (edo/ngobar)
Advertisement