Bulog Akan Beli Gabah Kering Panen Petani Tuban Minimal Rp6.500 per Kilogram
Kantor Cabang Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Bojonegoro akan membeli Gabah Kering Panen (GKP) petani Tuban dengan harga minimal Rp6.500 per kilogram.
Hal itu disampaikan oleh Pimpinan Kantor Cabang Bojonegoro, Ferdinan Dharma Atmaja saat menghadiri Sosialisasi Penyerapan Gabah atau Beras Petani oleh Bulog yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP2P) Kabupaten Tuban di Aula Dewi Sri, Kamis 30 Januari 2025.
Pada kesempatan itu, Ferdinan Dharma Atmaja meminta kepada para petani untuk menjaga kualitas pertaniannya. Sebab, hasil pertanian dapat dijual ke Bulog melalui SPP di Bojonegoro atau melalui mitra Bulog yang tersebar di beberapa kecamatan.
“Perum Bulog akan membeli Gabah Kering Panen dengan harga minimal 6.500 rupiah perkilogram,” jelas Ferdinan.
Ferdinan mendorong kepada Gapoktan untuk bermitra dengan Perum Bulog. Dia berpesan, agar Gapoktan yang hadir dapat menyebarluaskan informasi yang didapat ke petani di wilayah masing-masing.
"Dengan demikian, target 3 juta ton beras yang harus diserap dari petani dapat tercapai dan ketahanan pangan dapat terwujud,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala DKP2P Kabupaten Tuban, Eko Julianto mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tuban berkomitmen meningkatkan kesejahteraan petani Tuban, Pemkab Tuban bekerja sama dengan Bulog berupaya menyerap gabah atau beras dari petani.
Kebijakan tersebut sebagai tindak lanjut instruksi Menteri Pertanian (Mentan) agar menyerap sebanyak mungkin gabah dan beras milik petani. Langkah tersebut dimaksudkan guna menekan impor beras dari luar negeri.
Eko Julianto menjelaskan, forum ini menjadi wahana untuk membuat kesepakatan bersama untuk meningkatkan nilai tambah petani. Sekaligus, mencari cara untuk menggugah gairah generasi muda untuk bertani.
Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, lanjut Eko, jumlah petani di Kabupaten Tuban mengalami penurunan hingga 13 persen. Kondisi tersebut disebabkan citra yang melekat pada profesi petani cenderung rugi.
"Harapannya, langkah yang akan diambil dapat meningkatkan kesejahteraan profesi petani sehingga banyak anak muda antusias untuk bertani,” ungkap Eko Julianto.
Ditempat yang sama, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Tuban, Endro Budi Sulistyo menyatakan pemerintah pusat menargetkan dapat menyerap beras dari petani hingga 3 juta ton.
Karenanya, petani Tuban diharapkan untuk mendukung program pemerintah dengan menjual gabahnya ke Bulog. “Dengan menjual hasil pertanian ke Bulog, petani akan mendapat harga yang lebih tinggi dibandingkan saat dijual ke tengkulak,” terangnya.
Disampaikan Endro, Bulog bersama DKP2P Tuban akan melakukan pemetaan wilayah pertanian. Nantinya, setiap kecamatan akan mendapat target jumlah gabah yang akan diserap.
Tidak hanya itu, guna menjamin kualitas, Bulog diharapkan memberikan edukasi kepada petani mengenai standardisasi hasil pertanian yang bisa diterima Bulog. Juga ditetapkan harga beli yang bisa menguntungkan petani.
Endro menjelaskan, Pemkab Tuban berupaya menjaga ketahanan pangan. Upaya diwujudkan dengan perluasan area tanam, pengembangan inovasi alsintan serta peningkatan kesejahteraan petani.
Advertisement