Banjir Bengawan Solo Meluas, Rambah Enam Kecamatan di Lamongan
Banjir Luapan Bengawan Solo di Lamongan Meluas pada Jumat 24 Januari 2025. Kini mulai merambah enam kecamatan. Di antaranya, Kecamatan Babat, Laren, Maduran, Karanggeneng, Kalitengah dan Glagah.
Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, banjir terparah di Kecamatan Babat. Sebanyak 117 rumah warga tergenang. Masing-masing, di Kelurahan Babat, Banaran dan Bedahan, dengan ketinggian air mencapai 30-70 centimeter.
Disusul Kecamatan Laren. Tercatat 101 rumah warga yang tergenang dengan ketinggian air 10-50 centimeter. Selanjutnya, di Kecamatan Karanggeneng terdapat 12 rumah dan pasar desa yang tergenang air dengan ketinggian 10-25 centimeter.
Untuk Kecamatan Maduran, sawah pertanian yang tergenang akibat tanggul di Desa Pringgoboyo dan Desa Gedangan jebol. Terakhir di Kecamatan Glagah, banjir yang terjadi hanya di Desa Meluwur.
"Ke empat wilayah kecamatan yang tergenang banjir itu disebabkan luapan Bengawan Solo. Dua wilayah Kecamatan lainnya Karanggeneng dan Kalitengah akibat luapan Bengawan Jero, " ujar Kalaksa BPBD Lamongan, Joko Raharto, Jumat 24 Januari 2025.
Diketahui, banjir di Lamongan disebabkan luapan dua sungai. Yakni, Bengawan Solo yang luapannya kini menggenangi kawasan tanah bantaran seperti di Kecamatan Laren, dan banjir disebabkan luapan Bengawan Jero.
Bengawan Jero adalah anak sungai yang menjadi tampungan air aliran sejumlah sungai di Lamongan. Jika volume air tinggi, luapan airnya biasanya menggenangi sejumlah kawasan kecamatan sekitarnya.
Yakni, kawasan daerah Bonorowo. Merupakan daerah yang dikenal dengan persawahan tambak ikan. Di antaranya Kecamatan Turi, Kalitengah, Karanggeneng, Seket, Karangbinangun dan Glagah.
Dengan kondisi banjir demikian ini, menurut Kalaksa BPBD Joko Raharto, timnya bekerjasama dengan pihak terkait meningkatkan survei ke sejumlah titik rawan banjir.
Selain itu juga mengirimkan logistik untuk penanganan darurat. Sepeti glangsing, gedek, bongkotan bambu, terpal dan juga makanan siap saji. "Kami juga berkolaborasi dengan instansi terkait untuk mengaktifkan posko siaga darurat di kantor kecamatan,” terangnya.
Khusus mengurangi volume air Bengawan Jero agar luapan berkurang. Dinas PU Sumber Daya Air (PU SDA) juga sudah mengaktifkan pompa air yang ada di Sluis Kuro dan di Sluis Melik.
"Pompa dioperasionalkan 24 jam. Selagi permukaan Bengawan Solo turun, pompa semakin dimaksimalkan, " tandas Joko Raharto.
Advertisement