ASEAN Jaga Sentralitasnya
Jakarta: Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) diharapkan tetap menjaga sentralitas dalam tataran internal maupun eksternal untuk mempertahankan kredibilitas dan persatuan negara-negara anggotanya dalam menghadapi tantangan dinamika di kawasan dunia.
"Sentralitas ASEAN adalah upaya-upaya untuk membangun suatu pandangan dan posisi yang sama dalam memahami berbagai isu yang dihadapi oleh ASEAN," ujar Deputi Wakil Tetap RI untuk ASEAN Sanga Panggabean, dalam acara ‘ASEAN Talks’ di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi London School of Public Relations, Jakarta, Senin (27/3).
Sentralitas ASEAN merupakan sebuah pengakuan yang diperoleh dari kumpulan ide, kekompakan serta komitmen antarnegara anggota.
Dalam Piagam ASEAN disebutkan bahwa sentralitas ASEAN akan menjadi penggerak utama dalam kerja sama regional dan pembangunan masyarakat. Sementara dalam Visi Komunitas ASEAN 2025, ASEAN adalah pendorong utama dalam arsitektur regional berkembang.
Karena itu, ASEAN harus melanjutkan peran sentral dan terdepan dalam arsitektur regional karena posisinya yang cukup strategis terhadap dinamika hubungan negara-negara maju. Melalui prinsip sentralitas, diharapkan setiap pertemuan atau forum ASEAN dapat lebih efektif menghasilkan kesepakatan atau solusi untuk menyelesaikan masalah bersama.
"Selain itu, sentralitas juga akan membantu merealisasikan visi ASEAN yang berpusat dan berorientasi kepada masyarakat melalui optimalisasi dialog dengan para mitra serta kerja sama pendanaan," tutur Sanga.
Visi Komunitas ASEAN 2025 juga didukung penuh oleh India sebagai salah satu negara mitra dialog, karena dianggap akan mempersempit kesenjangan pembangunan di antara negara-negara anggota ASEAN. (sis)
Advertisement