Jelang Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri Berhimpitan, Arus Mudik dari Bali ke Jawa Naik
Mendekati hari Raya Nyepi yang berhimpitan dengan Hari Raya Idul Fitri, arus mudik dari Bali ke Jawa via Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, semakin padat. Setiap harinya puluhan ribu pemudik menyeberang ke Jawa. ASDP memperkirakan puncak arus mudik dari Bali ini terjadi pada 26 hingga 27 Maret 2025 ini.
Pada H-5 Lebaran ini, arus mudik dari Bali mengalami peningkatan cukup signifikan. Baik itu jumlah penumpang, kendaraan roda dua maupun kendaraan kecil. Namun kendaraan roda dua tetap mendominasi.
“Trafik meningkat, penumpang juga meningkat, kendraaan juga meningkat,” jelas General Manager ASDP Ketapang, Yani Andriyanto, Rabu, 26 Maret 2025.
Berdasarkan data produksi ASDP Ketapang, pengguna jasa penyeberangan dari Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, pada periode Selasa, 25 Maret 2025 pukul 08.00 WIB hingga Rabu, 26 Maret 2025 pukul 08.00 WIB, jumlah penumpang sebanyak 66.754 orang. Angka ini meningkat dibanding sehari sebelumnya yakni 53.528 orang.
Kendaraan roda dua tecatat sebanyak 13.958 unit meningkat dari sehari sebelumnya sebanyak 9.531 unit. Begitu juga kendaran kecil atau mobil pribadi. Pada Selasa hingga Rabu pagi tercatat sebanyak 5.130 unit. Sehari sebelumnya hanya tercatat sebanyak 4.349 unit kendaraan.
Yani menyebut, puncak arus mudik dari Bali memang diperkirakan terjadi pada 26 hingga 27 Maret 2025. Dia menyebut pada musim mudik kali ini terdapat dua puncak arus mudik yakni pada Minggu, 22 Maret 2025 dan diprediksi pada 26 dan 27 Maret 2025 ini.
Sama seperti hari-hari sebelumnya, para pemudik dari Bali cenderungan berangkat pada malam hingga dinihari. Mereka memilih jam tersebut untuk menghindari panas di siang hari. Sehingga perjalanan bisa lebih nyaman. "Padahal siang hari kosong, itu memang polanya untuk menghindari panas," katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Korsatpel BPTD Ketapang, Banyuwangi, Bayu Kusumo Nugroho mengatakan, sejak kemarin peningkatan arus mudik dari Bali memang terus naik signifikan. Kemungkinan ini pengaruh dari rencana penutupan pelabuhan dalam rangka Hari Raya Nyepi pada 28 Maret 2025 nanti. Bahkan di sisi Gilimanuk sempat terjadi antrean kendaraan hingga 5 km. “Hari ini data produksi naik 100 persen dibanding tahun sebelumnya,” jelasnya.
Dia menyebut, sejak kemarin sudah diberlakukan pola operasi padat. Pada Selasa kemarin jumlah kapal yang dioperasikan sebanyak 33 kapal. Hari ini, jumlah kapal yang dioperasikan sebanyak 34 kapal. Jumlah ini sudah optimal dan tidak memungkinkan untuk ditambah kembali.
“Khusus untuk kapal yang beroperasi di dermaga MB IV kita lakukan percepatan bongkar muat, untuk dermaga lainnya masih sesuai port time,” ujarnya.
Advertisement